"Nyasar ?"
Lebih tepatnya tersesat ke jalan yang benar, pasalnya Cinta (bukan nama sebenarnya) awalnya cuma ambil short class atau kursus microsoft office sebagai tambahan ilmu karena semasa sekolah tingkat atas tak ada kurikulum mata pelajaran komputer. Setelah Cinta puas melalang buana bekerja merantau dari perusahaan-perusahaan ternama, namun dia merasa ada sesuatu yang missing. Cinta menyadari bahwa keputusannya mengabaikan beasiswa untuk masuk salah satu perguruan tinggi beberapa tahun silam dan memilih bekerja merantau ke negeri orang, telah membuatnya galau dan menyesal. Namun apa nak dikata namanya penyesalan pasti datangnya belakangan, klo diawal pasti namanya pendaftaran dong. Btw setelah Cinta selesai ambil short class atau kursus, dia berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu D3 atau S1 Bahasa Inggris. Pihak kampus tempat Cinta kursus pun mengetahui keinginan Cinta, lalu pihak kampus pun menawarkan program study Bahasa Inggris dengan jenjang Diploma 3. Cinta pun mengiyakan tawaran tersebut dan segera registrasi. Pada awalnya Cinta berkeinginan atau berexpectasi bisa menjadi guru Bahasa Inggris setelah lulus dari perkuliahannya. Namun lagi-lagi yang namanya nyasar ke jalan yang benar, ternyata Cinta memiliki bakat terpendam yaitu menulis dan sinematografi. Mata kuliah tempat Cinta study tak sekedar mempelajari Bahasa Inggris, namun di padu dengan sinematografi. Pada awalnya Cinta agak galau dengan keputusannya kuliah dikampus tersebut, pasalnya Cinta hanya ingin fokus dengan mata kuliah Bahasa Inggris saja agar terwujud cita-citanya jadi guru Bahasa Inggris. "Knapa sih harus pakai featuring sinematografi segala, jadi gak fokus ke bahasa Inggrisnya aku", Cinta bergumam menggerutu saat tau klo mata kuliahnya featuring sinematografi. Tapi seiring waktu berjalan, Cinta menikmati setiap mata kuliah sinematografinya, mulai dengan tugas pengambilan gambar, pembuatan video klip dan proses editing. Bahkan cara penulisan script film pun diajarkan, Cinta pun mulai menyukai mata kuliah sinematografi dan penulisan script film. Banyak mahasiswa lain dan bahkan dosennya pun tertarik untuk memproduksi script film karya tulisan Cinta. Suatu saat menjelang kelulusan kuliah, di kampus diadakan pertemuan seluruh mahasiswa untuk sharing berbagi pengalaman, pesan dan kesan selama kuliah dikampus tersebut. Setiap mahasiswa berbicara mengeluarkan isi hati dan pendapatnya masing-masing. Tak terkecuali juga Cinta, tiba giliran microfon ditangannya Cinta harus berbicara. "Assalamu'alaikum wr wb, klo saya pribadi sih dari awal kurang respect dengan mata kuliah sinematografi, karena saya ingin lebih fokus ke Bahasa Inggrisnya. Tapi seiring waktu saya justru lebih menyukai mata kuliah sinematografi dan tertarik untuk mengembangkan bakat saya pada penulisan script filmnya, meskipun bahasa Inggrisnya kurang capable. Ya nikmati saja sambil berproses. Sekian saja pesan dan kesan dari saya, terimakasih wassalamu'alaikum wr wb". Cinta memberikan sedikit cerita atau pengalaman yang dirasakannya selama kuliah dikampus tersebut. Ya inilah yang dinamakan tersesat atau nyasar ke jalan yang benar yang akhirnya menjadikan Cinta menjadi seorang penulis buku sekaligus scriptwriter.
Sampai pada akhirnya setelah lulus kuliah, Cinta memutuskan untuk hijrah ke kota metropolitan. Dengan kenekatannya tanpa saudara sanak family dan hanya memegang sedikit uang untuk kost dan cukup untuk makan saja. Cinta melamar pekerjaan kesana kemari di stasiun televisi dan dikantor-kantor lainnya. Uang simpanan Cinta semakin menipis dan bahkan tak cukup untuk bayar kost dan makan, lalu Cinta nekat jalan naik busway yang membawanya sampai pada sebuah restaurant besar dan lumayan mewah. Cinta coba melamar pekerjaan di restaurant tersebut, hari itu juga langsung interview dan diterima bekerja sebagai admin restaurant. Dengan penuh semangat, Cinta menjalani pekerjaan barunya meski tak sesuai jurusan kuliahnya.
Meskipun tak sesuai jurusan kuliah dan expectasinya, Cinta tetap bersemangat untuk menjalani pekerjaan barunya. Dia selalu bersyukur telah mendapatkan pekerjaan, dalam benaknya berkata tak mengapa yang terpenting berkah dan halal. Setiap pagi setelah sholat subuh, Cinta segera mandi dan bergegas berangkat kerja pagi-pagi sekali. Sebab admin direstaurant harus datang lebih awal menyiapkan pengadaan barang atau bahan yang akan dimasak sebelum masuk ke kitchen. Seorang admin restaurant pekerjaannya tak sekedar duduk didepan komputer mengerjakan administrasi saja tapi harus bisa semuanya. Harus bisa jadi kasir, waitres untuk infal klo ada personal yang absen tidak berangkat dadakan. Suatu saat Cinta di tempatkan dikantor cabang masih dalam kota tapi beda area saja. Suatu saat Cinta salah naik jurusan busway yang akhirnya membawa Cinta muter-muter gak segera sampai tujuan tempat kerja. Beberapa menit saja Cinta terlambat masuk kerja, dan saat itu juga Cinta diberhentikan oleh manager restaurant tanpa diketaui pemilik restaurant. Cinta pun telfon meminta kebijakan kepada manager restaurant tersebut untuk memberinya kesempatan bekerja kembali dan akan lebih disiplin lagi serta menjelaskan alasannya kenapa bisa sampai terlambat. Namun penjelasan Cinta tak mendapatkan respon baik, kesalahan Cinta cuma kenapa tak meminta kebijakan ke pemilik restaurant di kantor pusatnya. Tapi balik lagi penyesalan datangnya belakangan. Busway yang tlah membawanya cepat mendapatkan pekerjaan, busway pula yang tlah membuatnya nyasar. Tapi nyasarnya ternyata di jalan yang benar, pasalnya jalan dimana Cinta kesasar adalah tempat perusahaan media dan PH ternama yang mungkin akan melambungkan karirnya di bidang kepenulisannya sesuai bakat dan jurusan kuliahnya.
Dibalik setiap kejadian pasti ada hikmahnya jika kita pandai bersyukur dan pandai menyikapinya. Kita cuma butuh bersabar dan jangan putus asa untuk terus berusaha mempertahankan eksistensi kita dan jangan larut dan tenggelam dalam keterpurukan. Jadikan setiap kegagalan adalah motivasi untuk lebih baik lagi, ibarat anak panah yang ditarik kebelakang sedikit sebelum melesat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang tepat. Jazakillah semoga tulisan ini bermanfaat dalam coretan rubrik Gado gado Femina bagi para pembaca dan pelanggan setia majalah wanita "Femina".
Written by Marwanti, A.Md (Marwah)
Marwanti Marwahqurotaayun, A.Md
Mampang prapatan, Jakarta Selatan
Wa: 085726985181, email: marwahqurotaayun@gmail.com
#uuhakcipta
#marwah#marwahqu
#marwahqurotaayun
#marwantimarwahqurotaayun
#scriptwriter#songwriter#bookwriter
@marwah_qurotaayun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar