HIDAYAH
Naskah film :Lomba
film ftv di sctv ( film untuk dakwah)
Script writer oleh :
Marwah
Para Pemeran :1.Aminah ( seorang wanita
sholehah yang cantik dan anggun )
2.Adnan (seorang pria sholeh yang tampan dan
sabar )
3.Evan (sahabat adnan)
4.Bu
Halimah (Ibu Aminah)
5.Pak
Ahmad (Ayah Aminah)
6.Hendri
( Teman Aminah)
7.Ustad
Yusuf (Guru mengaji Aminah)
8.Putra
(Pacar pertama Aminah)
9.Johan
(adalah laki-laki misterius, kaya raya yang munafik, pendiam tapi jahat dan bengis,sombong,menghalalkan
segala macam cara untuk mencapai tujuannya, dan di akhir hidupnya meninggal
dunia dengan azab Alloh yang sangat pedih).
“KABUT SENJA DI
BATAS KOTA”
Aminah
adalah seorang gadis yang lugu dan polos, rendah hati serta sopan santun
sehingga banyak orang menyayanginya. Aminah adalah anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Ahmad dan bu
Halimah.Pak Ahmad bekerja di kantor kelurahan dan ibu Halimah seorang
wiraswasta usaha jahitan, menerima jahitan seragam-seragam sekolah di kampung.
Kehidupan keluarga Aminah sangat sederhana dan bersahaja, karena ayah Aminah
selain bekerja di kantor kelurahan yang jujur dan bersahaja juga seorang ustad
sehingga semua orang menghormatinya dan segan kepada beliau meskipun
kehidupannya sederhana.
Setelah
lulus sekolah menengah atas Aminah melanjutkan pendidikan Diploma 1 jurusan
Administrasi, dan setelah itu dari pihak
lembaga pendidikan menyalurakan tenaga kerja tetapi di luar kota. Dan Aminah
salah satu yang terpilih untuk bekerja di salah satu instansi di Jakarta.
Aminah senang dengan pekerjaannya dan di Jakarta Aminah di pertemukan seorang
pemuda yang sholeh dan bersahaja, dia adalah Putra seorang Sarjana Ekonomi yang
bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank. Mereka berdua merasa ada kecocokan dan
mereka menjalin hubungan, yang nantinya akan berlanjut ke hubungan yang lebih
serius.
Selama setahun
mereka sudah menjalin hubungan, tiba-tiba Aminah mendapat kabar bahwa ibunya
sakit keras karena kangen dengan putri kesayangan satu-satunya. Aminah minta
izin pulang untuk menengok ibunya yang sedang sakit, dan saat pulang, ibunya
tidak mengizinkan lagi Aminah bekerja di Jakarta. Ibu Aminah ingin anaknya
bekerja di sekitar tempat tinggalnya saja agar ibunya bisa melihat Aminah
setiap hari. Lalu Aminah kembali ke Jakarta untuk mengajukan surat resign, dan
melanjutkan bekerja selama sebulan.Aminah berpamitan kepada Putra bahwa Aminah
akan segera pulang ke Jogja, buat Putra ini adalah sebuah keputusan yang sangat
sulit dan sangat mendadak, karena segala sesuatu butuh planning buat Putra
karena pekerjaannya tak bisa ditinggalkan begitu saja. “Baiklah Aminah kali ini
kamu pulang sendirian dulu naik pesawat saja biar aku yang akan membelikan
tiket pesawat untukmu, karena pekerjaan saya tidak bisa ditinggalkan begitu
saja. Nanti kita tetep berkomunikasi lewat telefon saja, dan suatu saat nanti
aku pasti datang untuk melamarmu, percaya padaku ya”.
Setelah
beberapa bulan berlalu Aminah merasakan jenuh tinggal dirumah tidak ada
kegiatan, dan Aminah memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi. Aminah
memberikan kabar kepada Putra bahwa dirinya sekarang kuliah lagi, dan Putra
tentunya sangat senang dengan kabar tesebut dan mendukungnya. Setelah setahun
berlalu Aminah menunggu kedatangan Putra yang berjanji akan melamarnya tapi tak
kunjung datang, Putra yang belum pernah sama sekali datang ke rumah Aminah dan
hanya punya nomor hand phone Aminah saja. Pada saat Putra akan di pindahkan ke
kantor lain, dia berusaha menghubungi Aminah akan tetapi HP Aminah tidak dapat
dihubungi,ternyata masa tenggang pulsa Aminah sudah habis dan tidak diisikan
lagi karena pulsanya masih banyak, sehingga Aminah harus mengganti nomor hp
yang baru dan berusaha menghubungi kantor tempat Putra bekerja,tetapi pihak
kantor memberitahukan bahwa Putra sudah pindah bekerja, nomor HP nya pun sudah
tidak aktif lagi. Akan tetapi Aminah tetap setia menunggu keajaiban dari Alloh.
Aminah
seorang gadis yang rajin beribadah dan rajin membantu ayahnya mengajari mengaji
anak-anak untuk Iqro’ atau belajar membaca Al-Qur’an di masjid
kampungnya.Aminah adalah seorang mahasiswi yang sebentar lagi akan wisuda,
karena Aminah pintar berbahasa Inggris ketika pulang kuliah dia sambil bekerja
mengajar les bahasa Inggris. Dan setelah lulus kuliah Aminah di tawari bekerja
sebagai marketing di sebuah perusahaan financial, karena kemampuan
berkomunikasi yang cukup baik dan sopan juga seorang gadis yang disiplin,
dengan cepat dia naik jabatan menjadi staff marketing, dan atasannya sangat
suka dengan etos kerjanya yang semangat, disiplin dan jujur.
Setelah
lulus D III, Aminah melanjutkan untuk kuliah lagi menyelesaikan S1 jurusan
sastra bahasa Inggris.Saat waktu senggang Aminah tetap menyempatkan diri untuk
tetap mengajar TPA di masjid kampungnya.Dalam kehidupan yang sederhana dan bersahaja
sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi dan ayah Aminah mampu menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk tabungan haji, sehingga 15 tahun yang akan datang
pak Ahmad dan bu Halimah akan menunaikan ibadah haji. Pak Ahmad juga menasehati
Aminah “ Nak, jika nanti kerjamu sudah menetap dan kamu merasa nyaman dengan
pekerjaanmu, sisihkanlah sebagian gajimu untuk tabungan haji seperti ayah.
Sehingga nanti kamu bisa menunaikan ibadah haji di usia mudamu, tidak usah
menunggu di hari tua.” Dan Aminah selalu mendengarkan semua nasehat ayahnya
yang bijaksana.
Selain
bekerja dan mengajar TPA di masjid kampungnya, Aminah juga rajin datang ke
majelis pengajian di masjid-masjid , Aminah pun masih rajin memperbanyak ilmu
agama dan masih terus belajar Al-Qur’an. Aminah selalu mengikuti belajar seni
baca Al-Qur’an tilawah atau Qiroah di salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Buat Aminah belajar itu tidak terbatas, dia merasa masih banyak yang perlu
dipelajari. Karena buat Aminah Al-Qur’an sangat penting dalam kehidupannya.
Pada
saat libur kerja Aminah menghabiskan waktunya bersama ayah dan ibunya dirumah,
akan tetapi suatu hari Aminah merasa jenuh di rumah terus karena menunggu
kedatangan Putra yang tak kunjung datang, dan mulai saat itu Aminah memilih
untuk sendiri atau lebih tepatnya single yang setia pada kekasih hatinya. Hari
itu begitu cerah, Aminah berpamitan pada ayah dan ibunya keluar sebentar untuk
mencari suasana alam dan mencari angin segar. Aminah pergi kesebuah taman
dengan suasana gemercik air terjun kecil yang cukup indah dengan udara yang
sejuk. Aminah menemukan ketenangan di tempat tersebut, dan Aminah sering datang
ke tempat tersebut saat merasa jenuh.Sambil menulis puisi-puisi yang indah dan
menikmati keindahan ciptaan Alloh.
Saat
sendiri duduk di taman, datanglah seorang pemuda yang bernama Adnan. Pemuda
yang terlihat lebih muda, tampan dan sopan menyapa Aminah sambil duduk
disampingnya, “Sendirian saja mbak, boleh saya duduk disini menemani ?” Dan
Aminah menjawabnya “Silahkan saja”. Akhirnya mereka saling berkenalan dan
bertukar nomor telefon, akan tetapi Aminah menerima perkenalan tersebut hanya
sebagai teman saja karena Aminah sudah mempunyai kekasih yang berada di
Jakarta.
Setelah
beberapa bulan perkenalan tersebut Adnan datang ke rumah Aminah dan berkenalan
dengan orang tua Aminah. Adnan menyatakan cinta kepada Aminah dan
memberitahukan kepada Aminah, bahwa dia adalah cinta pertamanya dan
satu-satunya wanita yang telah mampu membuatnya jatuh cinta. Aminah menjawab, “
Maafkan aku Adnan beri saya waktu untuk berfikir dulu karena saya sudah punya
seorang kekasih yang telah berjanji akan melamar saya, sekarang dia masih
berada di Jakarta, sebaiknya kita berteman saja dulu” Adnan pun menjawab dengan
berbesar hati, “Baiklah Aminah saat ini kita berteman dulu tapi suatu saat jika
pacar kamu itu tidak pernah datang, maka aku yang akan jadi milikmu dan setia
menemanimu saat susah maupun senang”.
Sejak
saat itu setiap malam minggu Aminah dan Adnan sering pergi makan malam, dan
pada saat makan malam datanglah Evan bersama pacarnya juga. Evan adalah sahabat
Adnan, lalu memperkenalkan pada keduanya. Mereka saling bercerita banyak
tentang pengalaman masing-masing hingga hampir malam, lalu Aminah mengajak
pulang Adnan karena sudah jam setengah sembilan malam. Aminah di perbolehkan
keluar malam bersama Adnan, tetapi ayahnya membatasi waktu hanya sampai jam
20.30 wib.
Pada
suatu hari Aminah pergi ke perpustakaan kota sendirian tanpa ditemani Adnan,
saat mencari buku bertemulah Aminah dengan Evan, lalu duduk di ruang baca. Evan
menanyakan kepada Aminah.
Evan : “Sebenarnya kamu dan Adnan berpacaran tidak sih?”
Aminah : “ Hubungan kami sebatas berteman saja, memang
kenapa?”
Evan : “Bagaimana kalau kamu menjadi pacar saya saja, mau atau
tidak?”
Aminah : (Wanita yang biasa kalem dan bertutur kata lemah
lembut, lalu menjawab dengan tegas)
“ Tentu saja tidak, kamu sudah mempunyai
pacar, kamu pikir cinta itu apa, kamu pikir
Wanita mudah
untuk dipermainkan, kamu bisa tidak sih menghargai perasaan wanita?
Aku menganggap Adnan hanya sebagai teman ada
alasannya, karena saya
sudah
punya pacar yang setia di Jakarta, yang berjanji akan melamar saya, mengerti!”
“Terus kamu anggap saya ini apa, menurut kamu
cinta itu apa?”
Kamu
dan Adnan juga bersahabat, apa kamu mau mengkhianati persahabatan kalian?
Evan : “Maafkan saya Aminah, saya Cuma bercanda?”
Aminah : “ Kamu pikir hidup ini bercanda, sendau gurau
belaka.”
“Sudahlah lupakan, anggap saja kamu tidak
pernah mengatakan apa-apa padaku,
Tapi ingat jangan sampai terulang lagi, hargai
perasaan pacar kamu, mengerti!”
“
Aku pulang duluan, Assalamu’alaikum.”
Evan :”Wa’alaikumussalam wr wb”.
Setelah
kejadian tersebut Aminah jarang keluar sendiri jika tidak ditemani Adnan,
bahkan berangkat kuliah pun Aminah diantar oleh Adnan meskipun masih berstatus
sebagai teman. Adnan telah berhasil mengambil hati Aminah untuk menjadikannya
spesial dihatinya. Orang tua Aminah pun sudah mempercayakan Adnan untuk menjaga
dan menjadi teman spesial Aminah. Adnan selalu mengantar Aminah pergi dan
membantu Aminah menyelesaikan tugas-tugas kampus. Lama kelamaan Aminah merasa
tidak tega, melihat kesungguhan dan ketulusan hati Adnan lalu Aminah
memberanikan diri bertanya pada Adnan.
Aminah : “ Apakah perasaanmu terhadapku masih sama seperti
dulu, Adnan?”
Adnan :” Maksudya apa Aminah?”
Aminah :”Apakah perasaanmu padaku masih sama seperti dulu
waktu pertama kali kamu
Mengatakan cinta padaku?”
Adnan :”Tentu saja Aminah perasaanku padamu tidak akan pernah berubah,
aku akan selalu
Mencintaimu”.
Mulai saat itu
mereka sering bersama-sama dan menjalani rutinitas apa adanya, saling jujur dan
tebuka satu sama lain, saling berbagi suka dan duka. Dan Adnan mulai berfikir
untuk melamar Aminah setelah lulus kuliah nanti. Setiap kali Aminah akan
berangkat mengaji, Adnan mengantarnya sampai pintu gerbang dan akan
menjemputnya setelah selesai mengaji. Aminah yang pembawaannya kalem, sopan dan
lemah lembut membuat ustad yang mengajari mengaji memperhatikannya dan
penasaran ingin mengetahui keberadaan keluarganya. Suatu hari ustad Yusuf datang
ke rumah menemui orang tua Aminah dan menanyakan apakah Aminah sudah memiliki
pacar atau belum. Seorang ustad tersebut bermaksud ingin melamar Aminah jika
belum memiliki pacar, akan tetapi orang tuanya memberitahukan bahwa Aminah
sudah memiliki pacar, dan akhirnya ustad tersebut mengurungkan niat baiknya
tanpa sepengetahuan Aminah.
Selain
mengaji mempelajari Al-Qur’an, Aminah juga rajin mendatangi majelis pengajian
dari kampus ke kampus, dan bertemu dengan seorang presenter TV yang bernama
Hendri , yang pada saat itu membawakan acara pengajian tersebut. Hendri
memberikan nomor hand phonenya kepada Aminah, akan tetapi Aminah hanya
menganggap Hendri sebagai teman biasa saja. Suatu hari Hendri datang kerumah
Aminah menanyakan kepada orang tuanya yang bermaksud ingin melamar Aminah, jika
belum memiliki pacar, Orang tua Aminah mengatakan bahwa Aminah sudah memiliki
pacar. Setelah itu ada lagi laki-laki yang tidak dikenal tiba-tiba datang ke
orang tua Aminah dan menanyakan Aminah. Maksud kedatangannya ingin menjodohkan
dengan seseorang yang tanpa identitas
atau ciri-ciri orang yang mau di jodohkan, tentu saja Aminah dan orang tuanya
heran dengan kedatangan tamu tak dikenal tersebut, dan orang tua Aminah
mengatakan pada laki-laki tak dikenal tersebut,”Mohon maaf Aminah sudah
memiliki kekasih yang mungkin akan segera menikahinya, Aminah juga tidak suka di
jodohkan. Dia gadis penurut dengan orang tua tapi soal jodoh, dia yang
menentukannya sendiri. Biar dia sendiri yang menentukan masa depan dan
kebahagiaannya, kami sebagai orang tua hanya mengarahkannya saja. Tugas kami
membesarkannya dan membimbingnya hingga tumbuh dewasa, tapi setelah menikah
kami serahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada suaminya kelak”.Lalu laki-laki
tersebut pulang dan tak pernah kembali lagi.
Setelah
kedatangan laki-laki tak dikenal tarsebut ada saja cobaan yang menimpa Aminah
dan keluarganya.Ternyata laki-laki tak dikenal tersebut adalah orang suruhan
Johan, dia marah karena tak bisa mendapatkan cinta Aminah, karena Aminah
sendiri tidak pernah mengenal siapa Johan. Lalu dia menyuruh seseorang lagi
untuk memberikan makanan yang sudah diberi racun untuk diberikan kepada Aminah
melalui temannya Evan sebagai permintaan maaf, tanpa diketahui dari mana asal
makanan tersebut dan tanpa curiga Aminah memakannya. Setelah itu perut Aminah
merasa mules dan mual, lalu memuntahkannya sampai habis semua isi perutnya dan
mengalami dehidrasai. Aminah mengalami koma selama tiga hari dan selama
seminggu dalam perawatan dirumah sakit, wajahnya pucat pasi. Setelah sadar
Aminah berdoa dan memperbanyak berdzikir pada Alloh, “Ya Alloh cobaan apalagi
yang Engkau timpakan kepada hamba, janganlah Engkau memberikan cobaan diluar
batas kemampuan hamba sanggup menjalaninya”. (Aminah berdoa hingga meneteskan
air mata). Setelah kejadian tersebut Adnan lebih memperhatikan dan menjaga
Aminah.
Setelah
beberapa bulan dari perkenalan Aminah dan Hendri, lalu mendapat kabar bahwa
Hendri menikah dengan seorang wanita pilihan orang tuanya, dan Aminah hadir ke
pesta pernikahan tersebut bersama Adnan. Aminah mengucapkan selamat menempuh
hidup baru semoga bahagia kepada Hendri.
Adnan mengetahui bahwa banyak laki-laki yang
ingin melamar Aminah, karena Aminah berkeluh kesah pada Adnan.
Aminah : “Adnan kamu tau kan kalau saya sudah berkomitmen
dengan satu orang, maka aku akan
Setia, dan sekarang banyak laki-laki yang
ingin melamarku. Aku bukannya bangga dengan
Ini semua, tapi justru menjadi beban batin
buat aku”.
Adnan : “Terus aku harus bagaimana?”
Aminah: “Kamu mengerti arah
pembicaraanku atau tidak Adnan, lakukan sesuatu kalau kamu benar-
Benar mencintaiku dan gak mau aku dimiliki
orang lain”.
Adnan : “ Baiklah Aminah aku akan segera melamarmu dan memberikan cincin
pertunangan
Sebagai pengikat cinta kita”.
Aminah : “Begitu dong, aku kan jadi tenang, terimakasih ya
Adnan”.
Adnan : (Tersenyum dan mencium kening Aminah ).
Aminah
berbicara kepada orang tuanya bahwa Adnan akan segera melamarnya dan mereka
merestuinya. Aminah dan Adnan melakukan pertunangan di sebuah masjid dengan
mengucap kalimat Syahadat dan basmallah dengan disaksikan oleh seorang ustad
dan para jamaah. Dan nanti setelah lulus kuliah mereka akan melangsungkan akad
nikah di KUA.
Aminah masih
merasakan ada kejanggalan yang terjadi pada dirinya dan pada suatu hari Aminah
merasa tidak enak perasaannya gelisah, ada sesuatu yang tidak lazim pada dirinya
sehingga Aminah datang kepada seorang ustad. Aminah disarankan untuk
memperbanyak berdzikir dan membaca surat Al-Baqarah selama empat puluh hari,
maka guna-guna atau apapun yang berniat jahat kepada diri Aminah akan musnah
dan akan kembali kepada yang berbuat itu sendiri, atas izin Alloh apapun bisa
terjadi dengan sekejab.
Setelah genap
empat puluh hari Aminah menyelesaikan membaca surat Al-Baqarah, orang yang
berniat jahat terhadap Aminah tersebut mengalami sakit muntah darah yang begitu
hebat, masuk rumah sakit dan meninggal
dunia. Akhirnya Aminah mengetahui bahwa orang musyrik yang telah berniat jahat
kepadanya adalah Johan,tempat yang
pantas untuk orang musyrik ya di neraka jahanam bersama syetan dan iblis. Dalam
hati Aminah berkata “Itu akibat dari kejahatannya sendiri,yang penting saya
tidak mendzolimi siapapun, aku hanya melindungi diriku dari yang jahat. Dia
menerima sakit karena kejahatannya sendiri, semuanya terjadi atas izin Alloh”.
Akhirnya semua
terjawab sudah bahwa yang berbuat jahat kepada keluaga Aminah selama ini adalah
Johan, yang membuat ayah Aminah lumpuh akibat kecelakaan dan akhirnya harus menggunakan
kursi roda. Johan membayar orang untuk menabrak dari belakang, tapi jangan
sampai ketahuan, buat seolah-olah murni kecelakaan. Orang bayaran tersebut
melakukannya dengan rapi, menabrak ayah Aminah sehingga tulang belakangya retak
dan kakinya lumpuh.Orang picik seperti Johan hanya Alloh yang bisa
mengadilinya.
Dan orang yang menabrak Aminah dari belakang hingga
tubuh Aminah terjungkal dari motornya dan motornya sampai terpelanting jauh
dari tubuhnya. Pada saat itu kaki Aminah retak sehingga tidak bisa berjalan dan
jatuh terlentang ditengah jalan raya tak seorang pun melihatnya karena yang
menabraknya melarikan diri. Tiba-tiba dalam gelap malam tersebut terlihat sorot
lampu bus dan mobil yang akan menabrak tubuhnya, dengan mu’jizat Alloh Aminah
bisa bangun dan berlari ke tepi jalan, akan tetapi setelah itu Aminah tidak bisa
berjalan lagi dan tak sadarkan diri, lalu dibawa kerumah sakit, di ruang IGD
Aminah dirawat dan mengalami sedikit gangguan pada otaknya karena benturan yang
sangat keras di kepalanya, tubuh Aminah menggigil kejang dari ujung kakinya
dingin dan pucat pasi. Aminah mengalami sakaratul maut, akan tetapi Alloh belum
menghendaki Aminah meninggal dunia sehingga Aminah berhasil selamat dari
kritisnya.
Aminah yang
selama ini terkenal dengan gadis sopan dengan tutur kata yang lemah lembut,
bisa marah juga dan berkata dalam hati “Kok ada ya manusia yang jahatnya
melebihi iblis, biar saja semua kejahatanmu itu akan kamu rasakan diakhir
hidupmu, karena Alloh Maha Melihat dan Maha Mengetahui,diampuni atau tidak itu
urusan Alloh”. Aku hanya wanita lemah, akan tetapi aku kuat karena Alloh, Alloh
dan Al-Qur’an yang akan melindungiku, sebagai pedoman dan petunjuk hidupku.
Semua yang terjadi serahkan pada Alloh, biar Alloh yang akan mengadilinya, dia
mau bertobat atau tidak itu urusan dia sendiri dengan Tuhannya, yang akan
mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di hadapan Alloh.
Dengan semua
kejadian yang menimpa Aminah dan keluarganya membuatnya semakin dekat dengan
Alloh, dan lebih rajin membaca Al-Qur’an. Aminah sangat mencintai Al-Qur’an
seperti dirinya mencintai Alloh. Dengan mu’jizat-mu’jizat yang diberikan oleh
Alloh dan ayat-ayat Al-Qur’an yang
membuat hati Aminah menjadi tentram,tenang dan lebih sabar, menjalani hidup ini
dengan lebih ikhlas lillahita’alla. Aminah merasa hidupnya lebih bahagia dan
dipertemukan seorang pemuda yang sangat menyayanginya meski usianya lebih muda
dari Aminah.Aminah tidak pernah menyangka bahwa dia akan berjodoh dengan pemuda
tersebut, itulah rahasia Alloh.
Akhirnya
Aminah dan Adnan menikah,mereka berdua menunaikan ibadah haji bersama-sama karena sejak masih muda sudah rajin menabung
tabungan haji di Bank Pembangunan Daerah dan kebetulan Adnan adalah seorang
mualaf yang sangat bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. Bahkan
ketaatannya melebihi seorang muslim yang sudah memeluk agama Islam sejak lahir,
mungkin ini adalah sebuah hidayah dari Alloh swt. Mereka berdua hidup bahagia
dan dikaruniai seorang anak yang comel. Pernikahan mereka diniatkan untuk
menyempurnakan ibadah kepada Alloh swt dan mendapat ridhonya agar menjadi
pasangan suami istri untuk dunia dan akhirat, dan menjadi keluarga yang sakinah
mawaddah warahmah, amin ya rabbal ‘alamin.
-----------------------------------------------------------THE END---------------------------------------------------------
HAPPY ENDING
“Kabut Senja di
batas kota”
Seiring waktu
berjalan,awan berarak
Kabut tebal menyelimuti
senja
Dalam pekatnya malam
berhias bintang
Datanglah sang mentari
pagi cerahkan dunia
Sambut duniamu dengan
senyum ceria
“Jazzakillah khoiron
katsiron”
Script writer: Marwah
Yogyakarta
Thanks To:
Alloh
Orang Tua Dan Keluarga
Aba Sinema Yogyakarta
Teman-Teman Yang
Bermanfaat Buat Marwah
Dan Orang-Orang Yang Selalu Mendukung Marwah Dalam Belajar

Naskah film :Lomba
film ftv di sctv ( film untuk dakwah)
Script writer oleh :
Marwah
Para Pemeran :1.Aminah ( seorang wanita
sholehah yang cantik dan anggun )
2.Adnan (seorang pria sholeh yang tampan dan
sabar )
3.Evan (sahabat adnan)
4.Bu
Halimah (Ibu Aminah)
5.Pak
Ahmad (Ayah Aminah)
6.Hendri
( Teman Aminah)
7.Ustad
Yusuf (Guru mengaji Aminah)
8.Putra
(Pacar pertama Aminah)
9.Johan
(adalah laki-laki misterius, kaya raya yang munafik, pendiam tapi jahat dan bengis,sombong,menghalalkan
segala macam cara untuk mencapai tujuannya, dan di akhir hidupnya meninggal
dunia dengan azab Alloh yang sangat pedih).
“KABUT SENJA DI
BATAS KOTA”
Aminah
adalah seorang gadis yang lugu dan polos, rendah hati serta sopan santun
sehingga banyak orang menyayanginya. Aminah adalah anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Ahmad dan bu
Halimah.Pak Ahmad bekerja di kantor kelurahan dan ibu Halimah seorang
wiraswasta usaha jahitan, menerima jahitan seragam-seragam sekolah di kampung.
Kehidupan keluarga Aminah sangat sederhana dan bersahaja, karena ayah Aminah
selain bekerja di kantor kelurahan yang jujur dan bersahaja juga seorang ustad
sehingga semua orang menghormatinya dan segan kepada beliau meskipun
kehidupannya sederhana.
Setelah
lulus sekolah menengah atas Aminah melanjutkan pendidikan Diploma 1 jurusan
Administrasi, dan setelah itu dari pihak
lembaga pendidikan menyalurakan tenaga kerja tetapi di luar kota. Dan Aminah
salah satu yang terpilih untuk bekerja di salah satu instansi di Jakarta.
Aminah senang dengan pekerjaannya dan di Jakarta Aminah di pertemukan seorang
pemuda yang sholeh dan bersahaja, dia adalah Putra seorang Sarjana Ekonomi yang
bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank. Mereka berdua merasa ada kecocokan dan
mereka menjalin hubungan, yang nantinya akan berlanjut ke hubungan yang lebih
serius.
Selama setahun
mereka sudah menjalin hubungan, tiba-tiba Aminah mendapat kabar bahwa ibunya
sakit keras karena kangen dengan putri kesayangan satu-satunya. Aminah minta
izin pulang untuk menengok ibunya yang sedang sakit, dan saat pulang, ibunya
tidak mengizinkan lagi Aminah bekerja di Jakarta. Ibu Aminah ingin anaknya
bekerja di sekitar tempat tinggalnya saja agar ibunya bisa melihat Aminah
setiap hari. Lalu Aminah kembali ke Jakarta untuk mengajukan surat resign, dan
melanjutkan bekerja selama sebulan.Aminah berpamitan kepada Putra bahwa Aminah
akan segera pulang ke Jogja, buat Putra ini adalah sebuah keputusan yang sangat
sulit dan sangat mendadak, karena segala sesuatu butuh planning buat Putra
karena pekerjaannya tak bisa ditinggalkan begitu saja. “Baiklah Aminah kali ini
kamu pulang sendirian dulu naik pesawat saja biar aku yang akan membelikan
tiket pesawat untukmu, karena pekerjaan saya tidak bisa ditinggalkan begitu
saja. Nanti kita tetep berkomunikasi lewat telefon saja, dan suatu saat nanti
aku pasti datang untuk melamarmu, percaya padaku ya”.
Setelah
beberapa bulan berlalu Aminah merasakan jenuh tinggal dirumah tidak ada
kegiatan, dan Aminah memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi. Aminah
memberikan kabar kepada Putra bahwa dirinya sekarang kuliah lagi, dan Putra
tentunya sangat senang dengan kabar tesebut dan mendukungnya. Setelah setahun
berlalu Aminah menunggu kedatangan Putra yang berjanji akan melamarnya tapi tak
kunjung datang, Putra yang belum pernah sama sekali datang ke rumah Aminah dan
hanya punya nomor hand phone Aminah saja. Pada saat Putra akan di pindahkan ke
kantor lain, dia berusaha menghubungi Aminah akan tetapi HP Aminah tidak dapat
dihubungi,ternyata masa tenggang pulsa Aminah sudah habis dan tidak diisikan
lagi karena pulsanya masih banyak, sehingga Aminah harus mengganti nomor hp
yang baru dan berusaha menghubungi kantor tempat Putra bekerja,tetapi pihak
kantor memberitahukan bahwa Putra sudah pindah bekerja, nomor HP nya pun sudah
tidak aktif lagi. Akan tetapi Aminah tetap setia menunggu keajaiban dari Alloh.
Aminah
seorang gadis yang rajin beribadah dan rajin membantu ayahnya mengajari mengaji
anak-anak untuk Iqro’ atau belajar membaca Al-Qur’an di masjid
kampungnya.Aminah adalah seorang mahasiswi yang sebentar lagi akan wisuda,
karena Aminah pintar berbahasa Inggris ketika pulang kuliah dia sambil bekerja
mengajar les bahasa Inggris. Dan setelah lulus kuliah Aminah di tawari bekerja
sebagai marketing di sebuah perusahaan financial, karena kemampuan
berkomunikasi yang cukup baik dan sopan juga seorang gadis yang disiplin,
dengan cepat dia naik jabatan menjadi staff marketing, dan atasannya sangat
suka dengan etos kerjanya yang semangat, disiplin dan jujur.
Setelah
lulus D III, Aminah melanjutkan untuk kuliah lagi menyelesaikan S1 jurusan
sastra bahasa Inggris.Saat waktu senggang Aminah tetap menyempatkan diri untuk
tetap mengajar TPA di masjid kampungnya.Dalam kehidupan yang sederhana dan bersahaja
sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi dan ayah Aminah mampu menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk tabungan haji, sehingga 15 tahun yang akan datang
pak Ahmad dan bu Halimah akan menunaikan ibadah haji. Pak Ahmad juga menasehati
Aminah “ Nak, jika nanti kerjamu sudah menetap dan kamu merasa nyaman dengan
pekerjaanmu, sisihkanlah sebagian gajimu untuk tabungan haji seperti ayah.
Sehingga nanti kamu bisa menunaikan ibadah haji di usia mudamu, tidak usah
menunggu di hari tua.” Dan Aminah selalu mendengarkan semua nasehat ayahnya
yang bijaksana.
Selain
bekerja dan mengajar TPA di masjid kampungnya, Aminah juga rajin datang ke
majelis pengajian di masjid-masjid , Aminah pun masih rajin memperbanyak ilmu
agama dan masih terus belajar Al-Qur’an. Aminah selalu mengikuti belajar seni
baca Al-Qur’an tilawah atau Qiroah di salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Buat Aminah belajar itu tidak terbatas, dia merasa masih banyak yang perlu
dipelajari. Karena buat Aminah Al-Qur’an sangat penting dalam kehidupannya.
Pada
saat libur kerja Aminah menghabiskan waktunya bersama ayah dan ibunya dirumah,
akan tetapi suatu hari Aminah merasa jenuh di rumah terus karena menunggu
kedatangan Putra yang tak kunjung datang, dan mulai saat itu Aminah memilih
untuk sendiri atau lebih tepatnya single yang setia pada kekasih hatinya. Hari
itu begitu cerah, Aminah berpamitan pada ayah dan ibunya keluar sebentar untuk
mencari suasana alam dan mencari angin segar. Aminah pergi kesebuah taman
dengan suasana gemercik air terjun kecil yang cukup indah dengan udara yang
sejuk. Aminah menemukan ketenangan di tempat tersebut, dan Aminah sering datang
ke tempat tersebut saat merasa jenuh.Sambil menulis puisi-puisi yang indah dan
menikmati keindahan ciptaan Alloh.
Saat
sendiri duduk di taman, datanglah seorang pemuda yang bernama Adnan. Pemuda
yang terlihat lebih muda, tampan dan sopan menyapa Aminah sambil duduk
disampingnya, “Sendirian saja mbak, boleh saya duduk disini menemani ?” Dan
Aminah menjawabnya “Silahkan saja”. Akhirnya mereka saling berkenalan dan
bertukar nomor telefon, akan tetapi Aminah menerima perkenalan tersebut hanya
sebagai teman saja karena Aminah sudah mempunyai kekasih yang berada di
Jakarta.
Setelah
beberapa bulan perkenalan tersebut Adnan datang ke rumah Aminah dan berkenalan
dengan orang tua Aminah. Adnan menyatakan cinta kepada Aminah dan
memberitahukan kepada Aminah, bahwa dia adalah cinta pertamanya dan
satu-satunya wanita yang telah mampu membuatnya jatuh cinta. Aminah menjawab, “
Maafkan aku Adnan beri saya waktu untuk berfikir dulu karena saya sudah punya
seorang kekasih yang telah berjanji akan melamar saya, sekarang dia masih
berada di Jakarta, sebaiknya kita berteman saja dulu” Adnan pun menjawab dengan
berbesar hati, “Baiklah Aminah saat ini kita berteman dulu tapi suatu saat jika
pacar kamu itu tidak pernah datang, maka aku yang akan jadi milikmu dan setia
menemanimu saat susah maupun senang”.
Sejak
saat itu setiap malam minggu Aminah dan Adnan sering pergi makan malam, dan
pada saat makan malam datanglah Evan bersama pacarnya juga. Evan adalah sahabat
Adnan, lalu memperkenalkan pada keduanya. Mereka saling bercerita banyak
tentang pengalaman masing-masing hingga hampir malam, lalu Aminah mengajak
pulang Adnan karena sudah jam setengah sembilan malam. Aminah di perbolehkan
keluar malam bersama Adnan, tetapi ayahnya membatasi waktu hanya sampai jam
20.30 wib.
Pada
suatu hari Aminah pergi ke perpustakaan kota sendirian tanpa ditemani Adnan,
saat mencari buku bertemulah Aminah dengan Evan, lalu duduk di ruang baca. Evan
menanyakan kepada Aminah.
Evan : “Sebenarnya kamu dan Adnan berpacaran tidak sih?”
Aminah : “ Hubungan kami sebatas berteman saja, memang
kenapa?”
Evan : “Bagaimana kalau kamu menjadi pacar saya saja, mau atau
tidak?”
Aminah : (Wanita yang biasa kalem dan bertutur kata lemah
lembut, lalu menjawab dengan tegas)
“ Tentu saja tidak, kamu sudah mempunyai
pacar, kamu pikir cinta itu apa, kamu pikir
Wanita mudah
untuk dipermainkan, kamu bisa tidak sih menghargai perasaan wanita?
Aku menganggap Adnan hanya sebagai teman ada
alasannya, karena saya
sudah
punya pacar yang setia di Jakarta, yang berjanji akan melamar saya, mengerti!”
“Terus kamu anggap saya ini apa, menurut kamu
cinta itu apa?”
Kamu
dan Adnan juga bersahabat, apa kamu mau mengkhianati persahabatan kalian?
Evan : “Maafkan saya Aminah, saya Cuma bercanda?”
Aminah : “ Kamu pikir hidup ini bercanda, sendau gurau
belaka.”
“Sudahlah lupakan, anggap saja kamu tidak
pernah mengatakan apa-apa padaku,
Tapi ingat jangan sampai terulang lagi, hargai
perasaan pacar kamu, mengerti!”
“
Aku pulang duluan, Assalamu’alaikum.”
Evan :”Wa’alaikumussalam wr wb”.
Setelah
kejadian tersebut Aminah jarang keluar sendiri jika tidak ditemani Adnan,
bahkan berangkat kuliah pun Aminah diantar oleh Adnan meskipun masih berstatus
sebagai teman. Adnan telah berhasil mengambil hati Aminah untuk menjadikannya
spesial dihatinya. Orang tua Aminah pun sudah mempercayakan Adnan untuk menjaga
dan menjadi teman spesial Aminah. Adnan selalu mengantar Aminah pergi dan
membantu Aminah menyelesaikan tugas-tugas kampus. Lama kelamaan Aminah merasa
tidak tega, melihat kesungguhan dan ketulusan hati Adnan lalu Aminah
memberanikan diri bertanya pada Adnan.
Aminah : “ Apakah perasaanmu terhadapku masih sama seperti
dulu, Adnan?”
Adnan :” Maksudya apa Aminah?”
Aminah :”Apakah perasaanmu padaku masih sama seperti dulu
waktu pertama kali kamu
Mengatakan cinta padaku?”
Adnan :”Tentu saja Aminah perasaanku padamu tidak akan pernah berubah,
aku akan selalu
Mencintaimu”.
Mulai saat itu
mereka sering bersama-sama dan menjalani rutinitas apa adanya, saling jujur dan
tebuka satu sama lain, saling berbagi suka dan duka. Dan Adnan mulai berfikir
untuk melamar Aminah setelah lulus kuliah nanti. Setiap kali Aminah akan
berangkat mengaji, Adnan mengantarnya sampai pintu gerbang dan akan
menjemputnya setelah selesai mengaji. Aminah yang pembawaannya kalem, sopan dan
lemah lembut membuat ustad yang mengajari mengaji memperhatikannya dan
penasaran ingin mengetahui keberadaan keluarganya. Suatu hari ustad Yusuf datang
ke rumah menemui orang tua Aminah dan menanyakan apakah Aminah sudah memiliki
pacar atau belum. Seorang ustad tersebut bermaksud ingin melamar Aminah jika
belum memiliki pacar, akan tetapi orang tuanya memberitahukan bahwa Aminah
sudah memiliki pacar, dan akhirnya ustad tersebut mengurungkan niat baiknya
tanpa sepengetahuan Aminah.
Selain
mengaji mempelajari Al-Qur’an, Aminah juga rajin mendatangi majelis pengajian
dari kampus ke kampus, dan bertemu dengan seorang presenter TV yang bernama
Hendri , yang pada saat itu membawakan acara pengajian tersebut. Hendri
memberikan nomor hand phonenya kepada Aminah, akan tetapi Aminah hanya
menganggap Hendri sebagai teman biasa saja. Suatu hari Hendri datang kerumah
Aminah menanyakan kepada orang tuanya yang bermaksud ingin melamar Aminah, jika
belum memiliki pacar, Orang tua Aminah mengatakan bahwa Aminah sudah memiliki
pacar. Setelah itu ada lagi laki-laki yang tidak dikenal tiba-tiba datang ke
orang tua Aminah dan menanyakan Aminah. Maksud kedatangannya ingin menjodohkan
dengan seseorang yang tanpa identitas
atau ciri-ciri orang yang mau di jodohkan, tentu saja Aminah dan orang tuanya
heran dengan kedatangan tamu tak dikenal tersebut, dan orang tua Aminah
mengatakan pada laki-laki tak dikenal tersebut,”Mohon maaf Aminah sudah
memiliki kekasih yang mungkin akan segera menikahinya, Aminah juga tidak suka di
jodohkan. Dia gadis penurut dengan orang tua tapi soal jodoh, dia yang
menentukannya sendiri. Biar dia sendiri yang menentukan masa depan dan
kebahagiaannya, kami sebagai orang tua hanya mengarahkannya saja. Tugas kami
membesarkannya dan membimbingnya hingga tumbuh dewasa, tapi setelah menikah
kami serahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada suaminya kelak”.Lalu laki-laki
tersebut pulang dan tak pernah kembali lagi.
Setelah
kedatangan laki-laki tak dikenal tarsebut ada saja cobaan yang menimpa Aminah
dan keluarganya.Ternyata laki-laki tak dikenal tersebut adalah orang suruhan
Johan, dia marah karena tak bisa mendapatkan cinta Aminah, karena Aminah
sendiri tidak pernah mengenal siapa Johan. Lalu dia menyuruh seseorang lagi
untuk memberikan makanan yang sudah diberi racun untuk diberikan kepada Aminah
melalui temannya Evan sebagai permintaan maaf, tanpa diketahui dari mana asal
makanan tersebut dan tanpa curiga Aminah memakannya. Setelah itu perut Aminah
merasa mules dan mual, lalu memuntahkannya sampai habis semua isi perutnya dan
mengalami dehidrasai. Aminah mengalami koma selama tiga hari dan selama
seminggu dalam perawatan dirumah sakit, wajahnya pucat pasi. Setelah sadar
Aminah berdoa dan memperbanyak berdzikir pada Alloh, “Ya Alloh cobaan apalagi
yang Engkau timpakan kepada hamba, janganlah Engkau memberikan cobaan diluar
batas kemampuan hamba sanggup menjalaninya”. (Aminah berdoa hingga meneteskan
air mata). Setelah kejadian tersebut Adnan lebih memperhatikan dan menjaga
Aminah.
Setelah
beberapa bulan dari perkenalan Aminah dan Hendri, lalu mendapat kabar bahwa
Hendri menikah dengan seorang wanita pilihan orang tuanya, dan Aminah hadir ke
pesta pernikahan tersebut bersama Adnan. Aminah mengucapkan selamat menempuh
hidup baru semoga bahagia kepada Hendri.
Adnan mengetahui bahwa banyak laki-laki yang
ingin melamar Aminah, karena Aminah berkeluh kesah pada Adnan.
Aminah : “Adnan kamu tau kan kalau saya sudah berkomitmen
dengan satu orang, maka aku akan
Setia, dan sekarang banyak laki-laki yang
ingin melamarku. Aku bukannya bangga dengan
Ini semua, tapi justru menjadi beban batin
buat aku”.
Adnan : “Terus aku harus bagaimana?”
Aminah: “Kamu mengerti arah
pembicaraanku atau tidak Adnan, lakukan sesuatu kalau kamu benar-
Benar mencintaiku dan gak mau aku dimiliki
orang lain”.
Adnan : “ Baiklah Aminah aku akan segera melamarmu dan memberikan cincin
pertunangan
Sebagai pengikat cinta kita”.
Aminah : “Begitu dong, aku kan jadi tenang, terimakasih ya
Adnan”.
Adnan : (Tersenyum dan mencium kening Aminah ).
Aminah
berbicara kepada orang tuanya bahwa Adnan akan segera melamarnya dan mereka
merestuinya. Aminah dan Adnan melakukan pertunangan di sebuah masjid dengan
mengucap kalimat Syahadat dan basmallah dengan disaksikan oleh seorang ustad
dan para jamaah. Dan nanti setelah lulus kuliah mereka akan melangsungkan akad
nikah di KUA.
Aminah masih
merasakan ada kejanggalan yang terjadi pada dirinya dan pada suatu hari Aminah
merasa tidak enak perasaannya gelisah, ada sesuatu yang tidak lazim pada dirinya
sehingga Aminah datang kepada seorang ustad. Aminah disarankan untuk
memperbanyak berdzikir dan membaca surat Al-Baqarah selama empat puluh hari,
maka guna-guna atau apapun yang berniat jahat kepada diri Aminah akan musnah
dan akan kembali kepada yang berbuat itu sendiri, atas izin Alloh apapun bisa
terjadi dengan sekejab.
Setelah genap
empat puluh hari Aminah menyelesaikan membaca surat Al-Baqarah, orang yang
berniat jahat terhadap Aminah tersebut mengalami sakit muntah darah yang begitu
hebat, masuk rumah sakit dan meninggal
dunia. Akhirnya Aminah mengetahui bahwa orang musyrik yang telah berniat jahat
kepadanya adalah Johan,tempat yang
pantas untuk orang musyrik ya di neraka jahanam bersama syetan dan iblis. Dalam
hati Aminah berkata “Itu akibat dari kejahatannya sendiri,yang penting saya
tidak mendzolimi siapapun, aku hanya melindungi diriku dari yang jahat. Dia
menerima sakit karena kejahatannya sendiri, semuanya terjadi atas izin Alloh”.
Akhirnya semua
terjawab sudah bahwa yang berbuat jahat kepada keluaga Aminah selama ini adalah
Johan, yang membuat ayah Aminah lumpuh akibat kecelakaan dan akhirnya harus menggunakan
kursi roda. Johan membayar orang untuk menabrak dari belakang, tapi jangan
sampai ketahuan, buat seolah-olah murni kecelakaan. Orang bayaran tersebut
melakukannya dengan rapi, menabrak ayah Aminah sehingga tulang belakangya retak
dan kakinya lumpuh.Orang picik seperti Johan hanya Alloh yang bisa
mengadilinya.
Dan orang yang menabrak Aminah dari belakang hingga
tubuh Aminah terjungkal dari motornya dan motornya sampai terpelanting jauh
dari tubuhnya. Pada saat itu kaki Aminah retak sehingga tidak bisa berjalan dan
jatuh terlentang ditengah jalan raya tak seorang pun melihatnya karena yang
menabraknya melarikan diri. Tiba-tiba dalam gelap malam tersebut terlihat sorot
lampu bus dan mobil yang akan menabrak tubuhnya, dengan mu’jizat Alloh Aminah
bisa bangun dan berlari ke tepi jalan, akan tetapi setelah itu Aminah tidak bisa
berjalan lagi dan tak sadarkan diri, lalu dibawa kerumah sakit, di ruang IGD
Aminah dirawat dan mengalami sedikit gangguan pada otaknya karena benturan yang
sangat keras di kepalanya, tubuh Aminah menggigil kejang dari ujung kakinya
dingin dan pucat pasi. Aminah mengalami sakaratul maut, akan tetapi Alloh belum
menghendaki Aminah meninggal dunia sehingga Aminah berhasil selamat dari
kritisnya.
Aminah yang
selama ini terkenal dengan gadis sopan dengan tutur kata yang lemah lembut,
bisa marah juga dan berkata dalam hati “Kok ada ya manusia yang jahatnya
melebihi iblis, biar saja semua kejahatanmu itu akan kamu rasakan diakhir
hidupmu, karena Alloh Maha Melihat dan Maha Mengetahui,diampuni atau tidak itu
urusan Alloh”. Aku hanya wanita lemah, akan tetapi aku kuat karena Alloh, Alloh
dan Al-Qur’an yang akan melindungiku, sebagai pedoman dan petunjuk hidupku.
Semua yang terjadi serahkan pada Alloh, biar Alloh yang akan mengadilinya, dia
mau bertobat atau tidak itu urusan dia sendiri dengan Tuhannya, yang akan
mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di hadapan Alloh.
Dengan semua
kejadian yang menimpa Aminah dan keluarganya membuatnya semakin dekat dengan
Alloh, dan lebih rajin membaca Al-Qur’an. Aminah sangat mencintai Al-Qur’an
seperti dirinya mencintai Alloh. Dengan mu’jizat-mu’jizat yang diberikan oleh
Alloh dan ayat-ayat Al-Qur’an yang
membuat hati Aminah menjadi tentram,tenang dan lebih sabar, menjalani hidup ini
dengan lebih ikhlas lillahita’alla. Aminah merasa hidupnya lebih bahagia dan
dipertemukan seorang pemuda yang sangat menyayanginya meski usianya lebih muda
dari Aminah.Aminah tidak pernah menyangka bahwa dia akan berjodoh dengan pemuda
tersebut, itulah rahasia Alloh.
Akhirnya
Aminah dan Adnan menikah,mereka berdua menunaikan ibadah haji bersama-sama karena sejak masih muda sudah rajin menabung
tabungan haji di Bank Pembangunan Daerah dan kebetulan Adnan adalah seorang
mualaf yang sangat bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. Bahkan
ketaatannya melebihi seorang muslim yang sudah memeluk agama Islam sejak lahir,
mungkin ini adalah sebuah hidayah dari Alloh swt. Mereka berdua hidup bahagia
dan dikaruniai seorang anak yang comel. Pernikahan mereka diniatkan untuk
menyempurnakan ibadah kepada Alloh swt dan mendapat ridhonya agar menjadi
pasangan suami istri untuk dunia dan akhirat, dan menjadi keluarga yang sakinah
mawaddah warahmah, amin ya rabbal ‘alamin.
-----------------------------------------------------------THE END---------------------------------------------------------
HAPPY ENDING
“Kabut Senja di
batas kota”
Seiring waktu
berjalan,awan berarak
Kabut tebal menyelimuti
senja
Dalam pekatnya malam
berhias bintang
Datanglah sang mentari
pagi cerahkan dunia
Sambut duniamu dengan
senyum ceria
“Jazzakillah khoiron
katsiron”
Script writer: Marwah
Yogyakarta
Thanks To:
Alloh
Orang Tua Dan Keluarga
Aba Sinema Yogyakarta
Teman-Teman Yang
Bermanfaat Buat Marwah
Dan Orang-Orang Yang Selalu Mendukung Marwah Dalam Belajar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar