Total Tayangan Halaman

Kamis, 22 Januari 2015

SEJARAH BERDIRINYA LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QUR'AN MAASJID SYUHADA YOGYAKARTA




SEJARAH BERDIRINYA LEMBAGA PENDIDIKAN  AL-QUR’AN                    MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
    

ABA SINEMA.jpg


TUGAS MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH:
MARWAH
NIM: 14100262



D III  BAHASA INGGRIS ANGKATAN 2014 / 2015
ABA SINEMA YOGYAKARTA



SEJARAH BERDIRINYA LEMBAGA PENDIDIKAN  AL-QUR’AN  MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
 
 








DAFTAR ISI

Halaman
1.LATAR BELAKANG SEJARAH BERDIRINYA MASJID SYUHADA YOGYAKARTA...................3
2.PEMBENTUKAN PANITIA PEMBANGUNAN MASJID SYUHADA YOGYAKARTA.................5
3.PROSES PEMBANGUNAN MASJID SYUHADA YOGYAKARTA............................................8
4.MASJID SYUHADA MASA DAHULU DAN MASA KINI........................................................10
5.FUNGSI MASJID SYUHADA BAGI MASYARAKAT...............................................................16
6.PENUTUP / DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................17













BAB I
 PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG SEJARAH BERDIRINYA MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
Masjid Syuhada terletak di Kota Baru di sebelah selatan Tugu Yogyakarta yang terletak di pusat kota Yogyakarta. Masjid Syuhada di bangun sebagai monumen hidup untuk peringatan para pejuang Indonesia atau para syuhada yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, membela kebenaran dan keadilan. Masjid yang berfungsi untuk memperingati para pahlawan yang gugur syahid dan telah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda dan Jepang.
Pada masa penjajahan Belanda Kota Baru dihuni oleh penduduk orang-orang kulit putih dan orang Indonesia kelas atas atau orang-orang kaya dan berpendidikan tinngi, dan pada waktu itu Kota Baru belum ada satupun tempat ibadah agama Islam yaitu masjid. Dan pada masa penjajahan Jepang  pasa awal tahun 1942,semua penduduk kulit putih  dan Belanda di pindahkan dari Kota Baru. Rumah-rumah kosong yang di tinggalkan oleh warga kulit putih, lalu ditempati oleh Jepang dan sebagian orang Indonesia yang beragama Islam.
Setelah Indonesia merdeka Kota Baru di huni oleh para anggota tentara, pemuda dan para pelajar yang beragama Islam. Karena pada saat  Kota Baru belum terdapat satupun tempat ibadah umat muslim, lalu pada tanggal 14 Oktober 1949 dibentuklah panitia pembangunan masjid yang diketuai oleh Mr.Assaat. Karena pada saat itu banyak pejuang yang gugur dalam pertempuran Kota Baru, maka ada seorang pemuda Islam militan Yogyakarta yang terkenal sangat tangguh, juga salah satu anggota dari panitia pembangunan masjid yang bernama Haji Benjamin mengusulkan nama masjid yang akan dibangun nanti dengan nama “Masjid Syuhada”.
 Akan tetapi sebelum masjid tersebut selesai dibangun dan diresmikan, Haji Benjamin meninggal dunia menghadap Illahi pada 4 Juli 1950. Masjid Syuhada selesai dibangun dan diresmikan pada 20 September 1952 yang bertepatan pada 1 Muharam yaitu tahun baru Islam 1272. Pada saat peresmian masjid dihadiri oleh presiden Ir.Soekarno ,para menteri dan pejabat-pejabat penting lainnya.
Masjid Syuhada dibangun sebagai monumen hidup yang simbolik dan memiliki makna untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan menumbuhkan jiwa patriotisme, sehingga untuk pengelolaan masjid selanjutnya diserahkan para pemuda, dan masjid monumen hidup yang dijadikan sebagai tempat untuk menumbuhkan semangat para kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang gugur dimedan pertempuran. Sebagai bentuk perjuangan para pemuda setelah Indonesia merdeka yaitu dengan melestarikan bangunan bersejarah, rajin belajar dan ikut serta dalam syiar agama Islam.






Disadur dari:
*bulletinmasjidsyuhad.blogspot.com
*masjidsyuhada.blogspot.com
 (postingan N.Mursidi yang pernah dimuat pada majalah Hidayah edisi 63 tahun 2006).

BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH

B.PEMBENTUKAN PANITIA PEMBANGUNAN MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
Panitia pembangunan Masjid Syuhada diketuai oleh Mr. Asaat dan wakil ketua oleh B.P.H. Prabuningrat Ki Moesa Machfoeld sebagai pemimpin pembangunan. Supono sebagai kepala pelaksana dan penasehat tekhnik IR.R Feenstra. Panitia tersebut dilantik pada 14 Oktober 1949 oleh Menteri Agama KH. Masjkur. Pada tanggal 17 Agustus 1950 dilakukan penetapan garis kiblat oleh KH. Badawi, dan 23 September 1950 dilakukan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Masjid Syuhada yang dibangun selama 2 tahun pada tahun 1950 sampai 1952 Masehi.
Masjid Syuhada Yogyakarta diresmikan pada 1 Muharram 1372 Hijriah / 1 Sura 1883 yang bertepatan 20 September 1952 Masehi. Setelah diresmikan kepengurusan masjid diserahkan kepada  Badan Wakaf yaitu Yayasan Asrama dan  Masjid (YASMA) dibawah perlindungan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.1






1.Disadur dari prasati Masjid Syuhada Yogyakarta

SUSUNAN PANITIA PEMBANGUNAN MASJID SYUHADA:

1.Mr. Assaat                                                                            Ketua
2.Bandoro Pangeran Hario Proboningrat                               Wakil Ketua & Pemimpin Keuangan
3.A.Jatim                                                                                 Sekretaris
4.M.J. Prawirojuwono                                                             Bendahara
5.Ki. Moeso Machfoeld                                                           Pemimpin Pembangunan
6.R.H. Benjamin                                                                      Pemimpin Usaha Keuangan
7. H. Dalhar Bkn                                                                      Pemimpin Bagian Pemeliharaan
8.H.Ahmad Sanan                                                                   Pembantu
9.Mr.R.A.Kasmat                                                                     Pembantu
10.Lanto                                                                                  Pembantu
11.Dr. Maas                                                                            Pembantu
12.Mahmud Latjuba                                                               Pembantu
13.N. Ilyas                                                                               Pembantu
14.R. Djen Muhammad                                                          Pembantu
15.Mr. Tirta Winata                                                                Pembantu
16.Z.A. Ahmad                                                                                    Pembantu
17.Gusti Djohan                                                                      Pembantu


Di sadur dari buku Masjid Syuhada Yogyakarta



Pengumpulan dokumentasi oleh Z.A Ahmad dan kesan-kesan dari Mr. Assaat pada tanggal 25 April 1952 dan pada tanggal 4 Agustus 1952, penerbitan buku riwayat sejarah pembangunan Masjid Syuhada yang diserahkan kepada Z.A. Ahmad mendadak pergi ke Mekkah sehingga tugasnya terpaksa diserahkan kepada panitia di Jogja, oleh panitia Jogja, tugas penyusunan buku selanjutnya diserahkan kepada saudara-saudara:
1.A. Jatim                                                        3.Anwar Alwi
2.Ismuha                                                         4.Mohd. Djunanz

Organisasi pembangunan Masjid Syuhada di susun organisasi untuk memperlancar dan demi kesempurnaan pembangunan Masjid Syuhada yaitu sebagai berikut:
1.Masjid Syuhada: Panitia ini adalah badan tertinggi dari seluruh pekerjaan yang akan    dilangsungkan dan yang bertanggung jawab dari hasil semua.
2.Direksi: bertugas melakukan pembelian barang-barang kebutuhan masjid dengan dasar harga yang semurah –murahnya dengan kualitas yang terbaik, adapun tugas pembelian dari order Opzichter selaku perencana pembangunan. Direksi juga melakukan pembayaran.
3.Opzichter: adalah penanggung jawab semua bahan-bahan baik dan tidaknya bangunan tersebut, Opzichter mempunyai penasehat tehnik yang terdiri dari ahli-ahli tehnik Indonesia dan Asing.
4.Penasehat Tehnik: memberi nasehat-nasehat kebaikan dan kelancaran pekerjaan Opzichter. Penasehat tehnik berhubungan dengan panitia. Setiap badan mempunyai tugas masing-masing dan saling bekerja sama atas dasar kejujuran dan keikhlasan.

                                                       BAB III                             
PEMBATASAN MASALAH

C.PROSES PEMBANGUNAN MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
Diakhir tahun 1949 saat ibu kota negara RI di Yogyakarta terjadi perundingan antara Delegasi Indonesia dedngan Belanda di Gravenhag Belanda. Pada saat itu muncul pemikiran akan kembalinya ibu kota RI dari Yogyakarta dan kembali lagi ke kota metropolis yaitu Jakarta. Kemudian timbul gagasan untuk membuat suatu monumen sebagai tanda mata atau peninggalan monumen peringatan untuk Yogyakarta, Ibu kota perjuangan dan peringatan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bangunan bersejarah yang sesuai dengan keikhlasan dan kesucian perjuangan bangsa Indonesia bukan berupa patung atau tugu (benda mati), melainkan berupa bangunan masjid Jami’ yang sangat bermanfaat dan masih akan terus hidup dengan suasana / nuansa kehidupan umat Islam.
Pada tanggal 23 September 1950 dilakukan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX selaku Menteri Pertahanan RI dan Kepala Daerah DIY, yang sebelumnya telah ditetapkan garis kiblat masjid Syuhada oleh KH.Badawi pada tanggal 17 Agustus 1950. Pada tanggal 25 Mei 1952 berdiri pula yayasan asrama masjid Syuhada yang di singkat YASMA, dan setelah itu diresmikannya masjid Syuhada pada tanggal 20 September 1952. Dan setelah diresmikannya masjid Syuhada Yogyakarta pada tanggal 26 September 1952 dilakukan sholat jum’at pertamakali dengan imam dan khotib oleh Muhammad Natsir. Saat itu pula H.Drs.M.Hatta selaku wakil presiden RI memberikan ceramahnya pertamakali diruang aula atau ruang kuliah dilantai basement, waktu itu H.Drs.M.Hatta baru saja pulang dari menunaikan ibadah haji di Makkah. Pada tanggal 13 September 1953 Masjid Syuhada mendapatkan bantuan atau sumbangan 24 helai permadani buatan Karachi Pakistan yang disumbangkan oleh rakyat dan pemerintahan Pakistan. Dengan selesainya dibangun Masjid Syuhada pengelolaan dan penanggungjawab pemakmuran masjid selanjutnya oleh Panitia Masjid Syuhada yang dibentuk pada 14 Oktober 1949 dan berganti nama Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada (YASMA SYUHADA). Adapun syair karangan pujangga lama yang memberikan semangat para pemuda Indonesia.
Syair gubahan Chairil Anwar:

Kami Cuma tulang belulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kau lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan
Kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kaulah sekarang yang berkata
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening malam sepi
Djika dada rasa hampa
Dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami


(Di sadur dari buku Masjid Syuhada)
BAB IV
RUMUSAN MASALAH

D.MASJID SYUHADA PADA MASA DAHULU DAN MASA SEKARANG
Masjid Syuhada merupakan sebuah bangunan masjid yang memiliki faasilitas yang cukup modern. Meskipun masjid tersebut tidak terlalu besar akan tetapi memiliki bentuk yang modern dan memiliki keunikan serta kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya. Pada dasarnya tujuan dibangunnya masjid Syuhada adalah sebagai monumen hidup untuk memperingati perjuangan dan secara simbolik memiliki makna untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan menumbuhkan jiwa patriotisme, yang diharapkan tempat tersebut akan menjadi tempat bersejarah yang dapat menumbuhkan semangat para kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dimedan pertempuran.
Jika kita datang mengunjungi Masjid Syuhada untuk melaksanakan sholat atau ingin belajar ilmu agama Islam serta Al-qur’an, maka ketika akan memasuki masjid kita menaiki 17 anak tangga menuju lantai atas atau ruang utama Masjid Syuhada. Di sekeliling masjid terdapat 8 segi tiang gapura, 4 kupel bawah dan 5 kupel atas yang berbentuk besar, yang merupakan lambang tanggal, bulan dan tahun peristiwa penting detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17-8-’45.
Masjid Syuhada terdiri dari 3 lantai atau tingkat, yaitu di lantai dasar/basement disebut juga ruang aula yang dulunya digunakan sebagai ruang kuliah Universitas Islam Indonesia. Di ruang aula sengaja dibuat 20  buah jendela sebagai ventilasi udara juga memiliki makna untuk mengingatkan sifat Alloh yang berjumlah 20. Sedangkan dilantai dua atau lantai tengah sebagai musholla tempat ibadah sholat jamaah wanita, di ruangan ini trdapat 2 tiang besar yang menjunjung bangunan masjid, yang mengesankan dua iktikat hidup manusia. Disamping ruang tengah terdapat perpustakaan yang diperuntukkan para mahasiswa atau para jamaah sekitar belajar ilmu pengetahuan juga ilmu agama.
Adapun lantai 3 atau lantai paling atas digunakan untuk jamaah shalat jum’at, dan tepat pada mihrab masjid terdapat 5 lubang angin yang memiliki makna atau mengingatkan bahwa rukun Islam berjumlah 5. Ketika kita keluar dari masjid lantai atas dan berdiri di muka halaman masjid kita akan menjumpai pemandangan kontras dan melihat sejumlah bangunan tua berarsitektur unik peninggalan Belanda, juga terdapat dua bangunan Gereja Protestan dan Katholik. Secara geografis Masjid Syuhada berada diantara dua jembatan dan dua jalan besar, yaitu jembatan Gondolayu yang membentang diatas sungai Code dengan jembatan Sultanburg yang lebih dikenal dengan jembatan Kretek Kewek. Dan diapit oleh dua jalan besar yaitu jalan Jenderal Sudirman (yang dulunya jalan Gondokusuman), dengan jalan Abu Bakar Ali disebelah selatan.
Masjid Syuhada menjadi lambang ke lima dari pada panca lambang:
1.Masjidul Haram, dengan Ka’bahnya (Baitullah) pusat peribadatan kaum muslim sedunia, dijadikan lambang-lambang  Iman dan persatuan. Dalilnya dari  firman Alloh, yang artinya:
“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dijadikan tempat beribadah bagi umat adalah Baitulloh di Bakkah (Makkah). (QS.Al-Imron ayat 96).
2.Masjidul Rassul (Medinah) dimana terdapat makam Nabi Muhammad saw yang dijadikan lambang pimpinan yang bijaksana yang ditaati dan persaudaraan yang erat. Dalil dari firman Alloh yang artinya:
“Wahai sekalian orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Alloh dan kepada Raasulnya dan kepada orang-orang yang memegang pemerintahan diantaramu.
(QS.Annisa ayat 59).
3.Masjidul Aqsho, dijadikan lambang keluhuran cita-cita dan kesucian ideologi untuk mencapai keredhaan Tuhan. Maha Suci Alloh yang telah menjalankan pada suatu malam terhadap hambanya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho yang diberkahi tempat-tempat sekelilingnya.
4.Masjid Al-Azhar, dijadikan lambang ilmu pengetahuan dan hikmah.
5.Masjid Syuhada Yogyakarta, dijadikan lambang djihat dan pengorbanan harta, tenaga, dan jiwa seluruh jiwa bangsa Indonesia.
Disadur dari:* Buku Masjid Syuhada Yogyakarta dan postingan N.Mursidi.blogspot.com
Sesuia dengan harapan dan cita-cita para pejuang bangsa maka untuk pengelolaan masjid Syuhada dibentuk panitia atau sebuah Yayasan Asrama dan masjid yang disebut YASMA. Yayasan yang dibentuk untuk mengemban amanat mengurus dan mengelola bangunan masjid agar berfungsi secara maksimal. Yayasan yang didirikan pada tanggal 18 September 1952 dihadapan notaris RM.Wiranto dengan ketua BPH. Prabuningrat, yang sekarang berganti nama Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada (YASMA SYUHADA). Dan jabatan ketua umum selalu diberikan pada pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sebagai wakaf tanah dimana masjid Syuhada didirikan. Pada tahun 2008 -2013 jabatan ketua umum diamanahkan kepada H. Kanjeng Raden Tumenggung Djatiningrat (H. Tirun Marwito, SH). Adapun susunan kepengurusan YASMA SYUHADA periode 2008-2013:
Penasehat       : Sri Sultan Hamengkubuwono x, Sri Paduka Pakualam IX, Prof. Dr H.M. Amien
                         Rais, MA, GBPH H. Joyo Kusumo, Prof. Dr. H. Moh. Mahfuzd MD, Ka Kanwil
                         Depag D.I.Yogyakarta, Wali kota Yogyakarta.
Pembina          : Drs.H.Barmawi Mukri, SH,M.Ag, Dr.Ir.H.Harsoyo,M.Sc, Prof.H.M.Suyanto,
Pengawas        : Dr.H.Subowo,MM, Ir,H.Harsoyo M,Dipl,HS, Drs.Didi Wahyu Sudirman,MM
Ketua I             : Ir.H. Muhammad Hanif ,MT
Ketua II            :H.E.Zaenal Abidin ,SH.,MS.,MPA
Bidang Pendidikan :Ketua, Dr.Ir.H.Hary Sulistyo
Bidang sarana dan prasarana :Ketua,Ir.H. Eddy Sofyan H,MT
Bidang Pengembangan Usaha :Ketua,Amir Fansuri,SE
Bidang Ibadah,Keta’miran, Asramadan Alumni :Ketua,H.Dachwan ,M.Si
Bidang Kajian dan Pembinaan Kader :Ketua, Drs.Kusworo,M.Hum
Bidang Kewanitaan :Ketua, Dra.Hj. Yayah Kusiah,M.Pd

Adapun Lembaga-lembaga Pendidikan di Masjid Syuhada terbagi menjadi 3 :
1.Pendidikan Formal
            *Sekolah Taman Kanak-Kanak Masjid Syuhada (TKMS)
            *Sekolah Dasar Masjid Syuhada(SDMS)
            *Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT) Sejak 2004
            *Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada(STAIMS)
                        1.Pendidikan Agama Islam (PAI)
                        2.Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
2.Pendidikan Non Formal
*Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Masjid Syuhada (LPQMS) Sejak tahun 1952, yang menyelenggarakan kursus membaca Al-Qur’an terdiri dari kelas pemula, kelas Tajwid, kelas Murattal dan seni baca Al-Qur’an Tilawah.
*Pendidikan Anak Masjid Syuhada (PAMS) yang didirikan pada 20 Oktober 1953, menyelenggarakan pelatihan untuk kompetensi ustad/ustadzah TPA bekerjasama dengan TPA/TK menyediakan tenaga pengajar Ustad/ustadzah, Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS), didirikan 20 November 1954, terdiri dari tiga program utama :Markaz Al-Laugah al-Arabiyah, Training Center dan Event  Organizer.
*Corp Dakwah Masjid Syuhada (CDMS), menyelenggarakan kajian keislaman dan masalah-masalah aktual, serta pembinaan remaja-remaja muslim di sekolah-sekolah.
*Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah dan Bantuan Hukum (LPKSBH), Masjid Syuhada menyelenggarakan jasa konsultasi untuk permasalahan keluarga dan rumah tangga.
*Lembaga Amil Zakat Shodaqoh Masjid Syuhada (LAZIS MS), menerima dan menyalurkan zakat,infaq dan shodaqoh seerta wakaf dari para jamaah.
*Baitul Maal Wat Tamwil Syuhada (BMT Syuhada), sebagai pusat sirkulasi keuangan bagi lembaga-lembaga/ Unit Yayasan Masjid  dan Asrama Syuhada serta sebagai media pengembangan usaha.
*Pengajian Putri Masjid Syuhada (PPMS)
*Kelompok Pengajian Al-Qur’an (KPA), Al-Hijrah Masjid Syuhada
*Forum Shoilihat


3.Asrama Putra dan Putri YASMA SYUHADA
Masjid Syuhada menyediakan Asrama Putri dan Putra bagi mahasiswa yang kuliah dari luar kota dan bersedia ikut bertanggung jawab penyelenggaraan kegiatan-kegiatan lembaga non formal.
Program Reguler Lembaga-Lembaga di Masjid Syuhada:
*Studi Islam Efektif
*Kajian Keluarga Sakinah
*Pelatihan Kader Dai
*Pendidikan Jurnalistik
*Pelatihan Bahasa Asing
*Training Ustad/ah TPA
*Pelatihan Nasyid
*Pengembangan Masyarakat













Pada saat ini Lembaga Pendidikan Al-Quran Masjid Syuhada dikelola oleh LPQMS yang berkantor di Gedung Syuhada Center lantai 2, yang tepatnya terletak disebelah timur bangunan Masjid Syuhada, yang beralamat di Jl.I Dewa Nyoman no.28 Kotabaru Yogyakarta 55224, nomor telefon: 02749127255 .
Direktur LPQMS sekarang dijabat oleh sdr. Fikri Arief Husaen.
Daftar nama ustad dan ustadzah pembimbing di LPQMS sebagai berikut:
1.Kelas Pemula oleh Ustad Syamsuri
2.Kelas Tajwid dasar oleh Ustad Muttaqien
3.Kelas Tajwid lanjut oleh Ustad Ismail Hane
4.Kelas Murottal oleh Ustadzah Umi Nur Istiqomah dan Usatad Rusli Lubis
5.Kelas Tilawah oleh Ustad Suwandi, Ustadzah Indra, ustad Faturrahman

Adapun daftar nama Qori dan Qoriah yang pernah menjadi juara perwakilan kota Yogyakarta dan biasanya ikut membimbing dalam pelatihan seni baca Al-Qur’an Takhassus yang diselenggarakan di ruang utama masjid Syuhada pada setiap bulan dua kali pertemuan, yaitu pada awal bulan pertama dan pada akhir bulan minggu ketiga, berikut daftar nama para Qori dan Qoriah yang pernah menjadi juara:
1.Ustad Herfan Said, S.Ag seorang Qori Internasional perwakilan kota Yogyakarta
2.Ustadzah Umi Nur Istiqomah seorang Qori Nasional
3.Ustadzah Indra seorang Qori Nasional
4.Ustad Ahmad Nabil Mubarak seorang Qori juara 1 tingkat Provinsi DI Yogyakarta
5.Henky Mulyadi  seorang Qori juara 2 tingkat Privinsi DI Yogyakarta, juga seorang panitia masjid Syuhada Yogyakarta yang tinggal di Asrama Putra.
6.Putri seorang Qori juara 1 tingkat Kabupaten perwakilan Kabupaten Sleman.

Sumber: Wawancara dengan panitia LPQMS



BAB V
TUJUAN DAN MANFAAT

E.FUNGSI MASJID SYUHADA BAGI MASYARAKAT
Pada saat ini masjid Syuhada berusia kurang lebih  seetengah abad sejak diresmikan, dan telah memberikan peran besar bagi pertumbuhan dan perkembangan umat Islam di Yogyakarta, khususnya bagi masyarakat disekitar Kotabaru. Adapun alasannya didirikannya Masjid Syuhada adalah sebagai berikut:
1.Bersifat Khusus; sebagai masjid Jami’ untuk memenuhi kebutuhan tempat peribadatan umat Islam.
2.Bersifat Umum; sebagai monument yang hidup dan bermanfaat  untuk memperingati para syuhada yang telah gugur di medan pertempuran demi mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,serta membela kebenaran dan keadilan.
3.Sebagai tanda mata atau kenang-kenangan untuk kota Yogyakarta yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara, ibukota perjuangan
4.Sebagai Pusat Pembelajaran Agama Islam terbesar dikota Yogyakarta dan tempat mempelajari Al-Qur’an dengan para pembimbing yang berkompeten dan berpendidikan serta berwawasan luas.
5.Sebagai Pusat Kajian sekaligus wisata Rohani bagi umat Islam dari segala penjuru.









DAFTAR PUSTAKA

1.Foto peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX

2.Foto proses pembangunan Masjid Syuhada Yogyakarta

3.Foto perbedaan Masjid Syuhada dahulu dengan Masjid Syuhada sekarang







4.Foto Masjid Syuhada sekarang yang diambil dari sebelah barat
5.Foto Masjid Syuhada sekarang yang masih terlihat kokoh dan megah, diambil dari depan

foto-masjid-syuhada-yogyakarta-perpaduan-nasionalisme-dan-ni.jpg

Foto-foto di sadur dari internet : http//Bulletinmasjidsyuhada.blogspot.com

Data-data referensi untuk penyusunan karya tulis ini bersumber dari:
*Bulletinmasjidsyuhada.blogspot.com
*massjidsyuhada.blogspot.com (postingan N.Mursidi, dari majalah Hidayah Intisari edisi 63 tahun 2006).
*Buku Masjid Syuhada Yogyakarta
*Dari wawancara kepada panitia LPQMS
*Prasasti Masjid Syuhada Yogyakarta

Saya kira cukup sekian, semoga karya tulis ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan teman-teman semua untuk lebih mengenal bangunan bersejarah Masjid Syuhada Yogyakarta dan turut bangga melestarikannya. Selamat melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dimedan pertempuran dengan semua keikhlasannya dan pengorbanannya, kita wujudkan cita-cita luhur para pejuang untuk ikut serta dalam syiar agama Islam.





































































1 komentar: